SEDERHANA ITU CANTIK
"Dan sederhanalah kamu dalam berjalan, dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai." (Q.s. Luqman [31]: 19)
Berlebihan adalah perbuatan yang tercela dan dibenci. Dalam banyak hal kita sering berlebihan. Agar terlihat kekinian, kita rutin berbelanja baju, nongkrong sana-sini, beli gadget yang paling bagus. Agar terlihat intelek, kita suka memilih kata yang sulit dan asing. Dalam berbagai hal kita di larang berlebih-lebihan. Bahkan dalam beribadah pun kita dilarang berlebih-lebihan.
Ibnu Mas'ud r.a. berkata : Nabi Saw bersabda, "Binasalah orang-orang yang keterlaluan dan berlebih-lebihan." Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali. (H.r. Muslim)
Tidak ada perkara sekecil apapun yang luput dari perhatian Islam. Bahkan dalam hal berjalan, Allah Swt memberikan peringatan dalam Q.s. Luqman [31]:19 Allah Swt berfirman, Dan sederhanalah kamu dalam berjalan, dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
Begitu pun dalam merawat kecantikan dan berpenampilan, jangan sampai kita berlebihan sehingga membuat kita lalai dalam beribadah. Jangan sampai, karena terlalu sibuk merawat diri, menjadikan kita lupa mengingat Allah Swt. Namun sebaliknya, tidak boleh lalai merawat diri, kesehatan tidak diperhatikan, dan kebersihan diabaikan karena hal itu pun tidak dibenarkan dalam Islam. Proporsional, itulah kata kuncinya.
Jika kita perhatikan, wanita yang tampil sederhana terlihat lebih anggun dan menawan. Berbeda dengan yang berpenampilan glamor, malah akan terkesan norak. Namun demikian, bila terkesan asal-asalan, kusut, dekil, dan bau, juga dapat merendahkan martabat diri baik dihadapan mahluk maupum di hadapan Allah Swt.
Sangat di sayangkan, seorang Muslimah mengenakan aksesoris dunia secara berlebihan, sementara tetangganya kesusahan untuk sekedar bertahan hidup. Di tempat lain masih banyak Muslimah yang berjuang mati-matian hanya untuk dapat hidup tenang dan berpakaian yang layak. Beberapa di antara mereka berada di tengah peperangan, dan tak sedikit yang kekurangan dalam perekonomian.
Konsep hidup sederhana merupakan konsep hidup yang diajarkan oleh Rasulullah Saw dan diikuti oleh para sahabat. Kita sebagai Muslimah dapat mengambil pelajaran dari kehidupan para ummahatul mukminin r.a. Suatu ketika mereka menginginkan kenaikan jatah belanja kepada Rasulullah Saw. Wajar, saat itu ghanimah sedang melimpah. Namun Beliau Saw tidak meluluskan permintaan mereka.
Terkait peristiwa itu, Allah Swt berfirman,
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu : "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu Mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar." (Q.s. al-Ahzab [33]: 28-29)
Ibnu Katsir menjelaskan ayat tersebut dalam tafsirnya, " Ini adalah perintah dari Allah yang ditujukan kepada Rasul-Nya agar beliau memberikan pilihan kepada istrinya. Pilihan tersebut antara menceraikan mereka, membiarkan mereka pergi kepada orang-orang yang memberikan kenikmatan dunia dan perhiasannya, atau bersikap sabar atas apa yang ada pada diri beliau, yakni berupa keadaan yang sempit, dan bagi mereka pahala yang besar di sisi Allah. Lalu para istri beliau--semoga Allah meridhai mereka--lebih memilih keridhaan Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat. Setelah itu, Allah mengumpulkan bagi mereka kebaikan dunia dan kebahagiaan akhirat."
Kehidupan Fatimah az-Zahra, putri yang begitu beliau Saw sayangi, kehidupannya sangat sederhana. Dengan tangannya sendiri ia menumbuk gandum hingga tapak tangannya kasar. Suaminya, Ali r.a., menyarankan agar ia meminta pembantu (budak) kepada Rasulullah Saw karena saat itu kaum Muslimin sedang memiliki banyak budak hasil rampasan perang. Namun, beliau Sawt tidak mengabulkannya. Kecewakah Fatimah? Tidak! Ia tetap ridha, dan sebagai gantinya Rasulullah Swa mengajarkan beberapa kalimat zikir kepadanya. Dalam kitab al-Ishaabah disebutkan bahwa beliau Saw bersabda, "Ada beberapa kalimat yang diajarkan Jibril kepadaku, yaitu setiap kali selesai shalat kalian bertasbih sebanyak 10 kali, bertahmin sebanyak 10 kali, dan bertakbir sebanyak 10 kali. Jika kalian hendak tidur, bertasbilah sebanyak 33 kali, bertahmidlah sebanyak 33 kali dan bertakbirlah sebanyak 33 kali, maka yang demikian itu lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu."
Sebuah kesahajaan yang sulit ditemui pada wanita zaman sekarang.
Mereka memang orang-orang pilihan, yang lebih memilih cantik dalam pandangan Allah Swt, sehingga tidak tergoda untuk hidup bermewah-mewah. Tidak seperti kebanyaka wanita zaman sekarang yang selalu membeli baju hanya agar terlihat trendi.
Ukhti-Ukhti sekalian semoga kita bisa menjadi seorang yang sederhana. Sederhana dalam hidup akan membawa ketenangan. Tidak menimbulkan kebencian di hati sesama dan dapat mendatangkan cinta dari Allah Swt.
Ibnu Mas'ud r.a. berkata : Nabi Saw bersabda, "Binasalah orang-orang yang keterlaluan dan berlebih-lebihan." Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali. (H.r. Muslim)
Tidak ada perkara sekecil apapun yang luput dari perhatian Islam. Bahkan dalam hal berjalan, Allah Swt memberikan peringatan dalam Q.s. Luqman [31]:19 Allah Swt berfirman, Dan sederhanalah kamu dalam berjalan, dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
Begitu pun dalam merawat kecantikan dan berpenampilan, jangan sampai kita berlebihan sehingga membuat kita lalai dalam beribadah. Jangan sampai, karena terlalu sibuk merawat diri, menjadikan kita lupa mengingat Allah Swt. Namun sebaliknya, tidak boleh lalai merawat diri, kesehatan tidak diperhatikan, dan kebersihan diabaikan karena hal itu pun tidak dibenarkan dalam Islam. Proporsional, itulah kata kuncinya.
Jika kita perhatikan, wanita yang tampil sederhana terlihat lebih anggun dan menawan. Berbeda dengan yang berpenampilan glamor, malah akan terkesan norak. Namun demikian, bila terkesan asal-asalan, kusut, dekil, dan bau, juga dapat merendahkan martabat diri baik dihadapan mahluk maupum di hadapan Allah Swt.
Sangat di sayangkan, seorang Muslimah mengenakan aksesoris dunia secara berlebihan, sementara tetangganya kesusahan untuk sekedar bertahan hidup. Di tempat lain masih banyak Muslimah yang berjuang mati-matian hanya untuk dapat hidup tenang dan berpakaian yang layak. Beberapa di antara mereka berada di tengah peperangan, dan tak sedikit yang kekurangan dalam perekonomian.
Konsep hidup sederhana merupakan konsep hidup yang diajarkan oleh Rasulullah Saw dan diikuti oleh para sahabat. Kita sebagai Muslimah dapat mengambil pelajaran dari kehidupan para ummahatul mukminin r.a. Suatu ketika mereka menginginkan kenaikan jatah belanja kepada Rasulullah Saw. Wajar, saat itu ghanimah sedang melimpah. Namun Beliau Saw tidak meluluskan permintaan mereka.
Terkait peristiwa itu, Allah Swt berfirman,
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu : "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu Mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar." (Q.s. al-Ahzab [33]: 28-29)
Ibnu Katsir menjelaskan ayat tersebut dalam tafsirnya, " Ini adalah perintah dari Allah yang ditujukan kepada Rasul-Nya agar beliau memberikan pilihan kepada istrinya. Pilihan tersebut antara menceraikan mereka, membiarkan mereka pergi kepada orang-orang yang memberikan kenikmatan dunia dan perhiasannya, atau bersikap sabar atas apa yang ada pada diri beliau, yakni berupa keadaan yang sempit, dan bagi mereka pahala yang besar di sisi Allah. Lalu para istri beliau--semoga Allah meridhai mereka--lebih memilih keridhaan Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat. Setelah itu, Allah mengumpulkan bagi mereka kebaikan dunia dan kebahagiaan akhirat."
Kehidupan Fatimah az-Zahra, putri yang begitu beliau Saw sayangi, kehidupannya sangat sederhana. Dengan tangannya sendiri ia menumbuk gandum hingga tapak tangannya kasar. Suaminya, Ali r.a., menyarankan agar ia meminta pembantu (budak) kepada Rasulullah Saw karena saat itu kaum Muslimin sedang memiliki banyak budak hasil rampasan perang. Namun, beliau Sawt tidak mengabulkannya. Kecewakah Fatimah? Tidak! Ia tetap ridha, dan sebagai gantinya Rasulullah Swa mengajarkan beberapa kalimat zikir kepadanya. Dalam kitab al-Ishaabah disebutkan bahwa beliau Saw bersabda, "Ada beberapa kalimat yang diajarkan Jibril kepadaku, yaitu setiap kali selesai shalat kalian bertasbih sebanyak 10 kali, bertahmin sebanyak 10 kali, dan bertakbir sebanyak 10 kali. Jika kalian hendak tidur, bertasbilah sebanyak 33 kali, bertahmidlah sebanyak 33 kali dan bertakbirlah sebanyak 33 kali, maka yang demikian itu lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu."
Sebuah kesahajaan yang sulit ditemui pada wanita zaman sekarang.
Mereka memang orang-orang pilihan, yang lebih memilih cantik dalam pandangan Allah Swt, sehingga tidak tergoda untuk hidup bermewah-mewah. Tidak seperti kebanyaka wanita zaman sekarang yang selalu membeli baju hanya agar terlihat trendi.
Ukhti-Ukhti sekalian semoga kita bisa menjadi seorang yang sederhana. Sederhana dalam hidup akan membawa ketenangan. Tidak menimbulkan kebencian di hati sesama dan dapat mendatangkan cinta dari Allah Swt.

No comments:
Post a Comment